Day 18-Renungan Amsal 31(Proverbs 31 Devotionals)

Proverbs 31:28


IBIS: Ia dihargai oleh anak-anaknya, dan dipuji oleh suaminya.

ITB: Anak-anaknya bangun, dan menyebutnya berbahagia, pula suaminya memuji dia:

CEV: Her children praise her, and with great pride her husband says,

MSG: Her children respect and bless her; her husband joins in with words of praise:

AMP: Her children rise up and call her blessed (happy, fortunate, and to be envied), and her husband boasts of and praises her, saying,

Wanita ini memperoleh rasa hormat dari orang-orang terkasih dalam hidupnya—suaminya dan anak-anaknya. Perkataannya dan tindakannya yang saleh telah membuahkan rasa hormat tersebut. (amsal 11:16 “Perempuan yang baik hati beroleh hormat..”).

Berapa kalikah kita telah jumpai wanita yang telah bekerja keras, berusaha meraih pujian orang-orang, sementara itu menelantarkan suami dan anak-anaknya? Beberapa wanita telah jatuh dalam perangkap materialistik “ingin punya segalanya”---rumah bagus, mobil mewah, baju bermerek, perhiasan mahal, hanya untuk mendapati bahwa ia telah kehilangan “segalanya”!! Suaminya muak dengan keinginannya yang egois dan rengekan keinginannya yang terus-menerus tidak ada habisnya.

*) Ingin kulkas baru, karena kulkas lama sudah tidak bagus lagi. Lalu ganti sofa, karena sofa yang kemarin kurang trendy.. baju pesta yang baru, biar kalo ke pesta bajunya tidak itu-itu saja. Perhiasan yang mewah biar menambah gengsi, terus tidak ada habisnya keinginan daging kalau kita turutin!!! Bagaimana suami wanita ini tidak muak?*)

Anak-anaknya tidak bisa diatur sebab ibu mereka tidak punya kontrol atas mereka. Ia tidak dihormati oleh anak-anaknya sebab ia gagal untuk mengurus rumahnya, gagal mengatur rumah tangganya dengan seksama. Ia tidak menjaga pelitanya tetap terisi minyak baru, sehingga ia tidak mampu mengungkapkan sesuatu yang berarti bagi keluarganya. *) Jika kita punya persekutuan yang intim dengan Bapa, maka pelita kita pasti tetap menyala, tidak pernah padam. Dari situlah sumber kekuatan kita, sumber hikmat yang menuntun setiap perkataan dan tindakan kita. Mulut kita pastilah mengeluarkan kata-kata berkat yang penuh hikmat, bagi suami dan anak-anak.*) Ia juga tidak mengijinkan berkat yang datang dari berbuat baik bagi suaminya ada dalam rumahtangganya. Ia telah bekerja keras, namun untuk hal-hal yang salah. Sementara usahanya mungkin nampak menguntungkan untuk suatu musim yang singkat, namun ia akan tiba pada suatu saat dimana dirinya merasa kosong, hampa dan tak berarti! Mungkin saja ia sudah menerima banyak pujian dari orang-orang untuk rumahnya yang indah, mobilnya yang mewah, baju mahalnya, dll… hanya untuk menemukan bahwa suami dan anak-anaknya sama sekali tidak menganggap dia! Malahan mereka jarang bicara dengannya karena ia gagal memprioriatskan mereka dalam hidupnya. Karena keegoisannya, Ia telah kehilangan pujian dari orang-orang yang paling teraksih dalam hidupnya---suami dan anak-anaknya!

Renungkan: Tepuk tangan dan pujian siapakah yang anda dambakan?