Proverbs 31:18 (Amsal 31:18)
IBIS:Ia tahu bahwa segala sesuatu yang dibuatnya, menguntungkan; ia bekerja sampai jauh malam.
ITB:Ia tahu bahwa pendapatannya menguntungkan, pada malam hari pelitanya tidak padam.
AMP: She tastes and sees that her gain from work (with and for God) is good; her lamp goes not out, but it burns on continually through the night (of trouble, privation, or sorrow, warning away fear, doubt, and distrust).
CEV: She knows when to buy or sell and she stays busy until late at night.
MSG: She senses the worth of her work, and is in no hurry to call it quits for the day.
Wanita amsal 31 ini bisa menilai pekerjaan tangannya, dan cukup bijaksana untuk mengetahui bahwa ada hari-hari dimana ia sangat bersemangat,dan ia harus tetap bekerja, ia tidak terburu-buru untuk menghentikan pekerjaannya. Stacy teringat saat-saat dimana ia terjangkit “penyakit kebersihan” dan termotivasi untuk bekerja lebih keras untuk membersihkan rumah dan menyelesaikan tugas-tugas rumah tangga lainnya.
*) Saya mengalami juga perasan seperti Stacy setiap kali rumah terlihat kotor dan berantakan. Saya biasanya akan meminum kopi kalo mau bersih-bersih. Rasanya kopi adalah pembangkit energi yang instant saat saya letih dan ngantuk. Waktu saya hamil, saya stop mengkonsumsi kopi sama sekali, dan baru 2-3 bulan terakhir saya kembali mulai minum kopi lagi. (Joshua sekarang umur 1 tahun 2 bulan ). Saya tidak mau jadi pecandu kafein, karena itu saya batasi konsumsi hanya 2 gelas dalam 1 minggu(maximum). Apalagi setelah membaca buku "Rahasia Umur Panjang", saya sebisa mungkin menghindari ngopi... Saya biasanya minum kopi saat harus mengerjakan jadwal membersihkan rumah, dan ternyata fisik saya lagi letih-letihnya. Kopi akan membangkitkan energi saya…tapi jangan dijadikan ketergantungan*)
Versi CEV disebutkan “she knows when to buy or sell (ia tahu kapan saatnya membeli atau menjual)”. Hal ini membuat Stacy berpikir tentang beberapa kesempatan saat ia melihat iklan barang belanjaan dan ia bisa menentukan kalau saat inilah waktunya membeli daging. Dalam mempraktekkan kapan waktu menjual, Stacy belajar untuk menyelenggarakan cuci gudang di awal musim. Orang-orang akan lebih bersemangat untuk pergi dan melihat cuci gudang stacy serta ia akan punya kesempatan lebih besar menjual “sampah” nya, dan merubahnya menjadi harta orang yang membelinya.
Saat kita menjadi seorang ibu, kita sering bergumul untuk memutuskan berhenti dari profesi kita untuk menjadi iburumah tangga penuh waktu, dimana kita akan bekerja dengan jam yang lebih panjang, namun tanpa gaji. Stacy bisa bersaksi bagaimana ia terjaga sepanjang malam menunggui anaknya yang sedang sakit. Menjadi seorang ibu adalah sebuah profesi yang membuat kita menukar keinginan-keinginan kita, rencana-rencana kita, dan impian-impian kita untuk memenuhi kebutuhan orang lain.
Versi amplified (AMP) mengatakan “her gain from work is good (keuntungan dari pekerjaanya baik )”.Adakalanya kita menemukan hasil usaha tangan kita(pekerjaan kita) menguntungkan, namun adakalanya juga kita merasa kita telah berusaha dan ternyata malahantidak meguntungkan. Kita seringkali merawat dan memperhatikan orang lain sepanjang hari, namun kita lupa merawat dan memperhatikan diri sendiri! Saat kita mau memberi waktu untuk diri sendiri, ada saja interupsi: orang yang memanggil kita, atau telepon berdering, atau bel pintu berbunyi!
Stacy teringat perumpamaan sepuluh gadis. Lima diantaranya bijaksana, menyimpan cadangan minyak untuk diri sendiri. Mereka tahu pada saat krisis tiba, mereka masih punya cadangan minyak di tangan. Kita terus menuang minyak kepada orang lain: suami kita, anak-anak kita, keluarga kita, gereja kita, kegiatan sekolah dan homeschool, bahkan untuk kegiatan komunitas. Setiap hari kita ‘menyalakan pelita orang lain’ dengan minyak, sementara pelita kita tanpa kita sadari mulai redup.
Beberapa bulan silam, Stacy lalai mengganti oli mobilnya. Muncul lampu peringatan yang tulisannya ‘ganti oli segera’. Kita tidak punya lampu peringatan yang memberitahu kapan minyak dalam pelita kita sudah mulai habis, namun sebuah pertanda yang nyata adalah sikap kita. Jika kita lelah, mudah marah, lesu, dan mudah jengkal karena hal-hal kecil saja, itulah sebuah tanda peringatan untuk “mengganti oli” rohani kita. Berapa banyak minyak dalam pelita kita? Jika tak berjaga-jaga, kita akan kehabisan tenaga untuk mengurus diri sendiri dan orang lain. Kita terlalu letih sampai roh kita lemah. Keadaan seperti ini akan membuat kita rapuh sehingga kita akan bereaksi terhadap situasi dengan kedagingan kita. Kita telah mengijinkan minyak kita habis.
Dalam versi AMP, kita bisa lihat bahwa wanita saleh ini tidak mengijinkan pelitanya padam. Bagaimana kita menjaga nyala api kita? Untuk pemula, kita HARUS ambil waktu menyendiri dengan Tuhan. Berkali-kali, kita ditumbuhi rasa bersalah karena menginginkan waktu bagi diri sendiri. Jangan terjebak dengan kebohongan iblis ini! Bahkan Yesus pun butuh waktu menyendiri. Jika Putra Allah butuh saat-saat teduh, bagaiman bisa kita berpikir kita tidak perlu hal tersebut dan lantas kita tetap punya cadangan minyak untuk pelita kita?? Jika kita ambil waktu setiap harinya untuk menyendiri dengan Bapa, Dia akan mengisi bejana kita, sehingga suplai minyak kita akan selalu melebihi kebutuhan. JIka kita menjaga nyala pelita rohani kita tetap terang, bahkan di tengah masalah, dukacita, ketakutan atau keragu-raguan, terangnya nyala api kita akan menguatkan kita.
*) Setelah melahirkan saya sempat jarang bersaat teduh. Saya sibuk menyesuaikan jadwal tidur dengan Joshua, karena adakalanya malam-malam ia bangun dan harus kasih ASI. Rasanya masih jet-lag sebagai ibu baru... Namun saat saya tidak menyediakan waktu bersama Tuhan, terasa sekali perbedaannya. Saya jaga emosional, lekas gusar dan rasanya hal-hal kecil saja bisa bikin emosi saya meledak. Saya setuju dengan pandangan Stacy tentang menjaga pelita kita tetap menyala agar bisa menerangi seiisi rumah. Untuk itu, harus selalu punya cadangan minyak, dan darimanakah sumbernya selain daripada Tuhan? Selalu jadika saat teduh di pagi hari sebagai kunci dan sumber segala sesuatu yang kita perbuat sepanjang satu hari...Saya secara pribadi memilih saat teduh di pagi hari, sebab dengan demikian pikiran kita sudah dibekali Tuntunan Tuhan buat hari tersebut, dan Yesus pun memberikan contoh saat teduh di pagi hari. Akan lebih mudah buat saya untuk 'coram deo' jika pagi hari saya sudah mengisi bejana hati dengan FirmanNya..*)
Sudahkah anda memeriksa minyak anda belakangan ini?












