Day 17-Renungan Amsal 31(Proverbs 31 Devotionals)  

Posted by: Yunie 罗 (陈有芳) in , , ,

Proverbs 31:26


IBIS: Dengan lemah lembut ia berbicara; kata-katanya bijaksana.

ITB: Ia membuka mulutnya dengan hikmat, pengajaran yang lemah lembut ada di lidahnya.

AMP: She opens her mouth in skillful and godly wisdom, and on her tongue is the law of kindness (giving counsel and instruction).

MSG: When she speaks, she has something worthwhile to say, and she always says it kindly.

CEV: Her words are sensible, and her advice is thoughtful.

Terjemahan versi Message mengingatkan Stacy nasehat ibunya.”jika tidak bisa berkata sesuatu yang baik, jangan berkata apapun”

Ayat ini menyebutkan dalam versi IBIS “ia berbicara”, bukanlah berarti bawel dan cerewet sepanjang hari. *) Seperti komentator pertandingan sepak bola??? Rasanya harus kejar target bicara lebih dari 50,000 kata per hari, kalau tidak ada yang salah deh … hahaha, just kidding ya…bagi yang pernah nagalamin, aku juga pernah kok kena sindrom mulut bawel…sampe iron suruh aku diam!!! Hahaha *) Juga bukan berarti harus menang bicara dalam dalam setiap perdebatan. Ingat nasehat ibu Stacy....

Beberapa dari kita sering sulit untuk mengalah kalo merasa diri kita benar. *) waktu SMA senang ikutan lomba debat terbuka, dan rasanya puas kalo menang berdebat… tapi kalo udah berumahtangga dan kayaknya sifat hobi berdebat itu musti ditendang jauh-jauh deh…*) Yang terjadi saat kita berhasrat membuktikan bahwa kita benar malahan kita berlaku salah- sikap yang salah, perkataan yang salah, pikiran yang salah, motivasi yang salah dan karakter yang salah. Wanita amsal 31 tidaklah demikian. Itulah mengapa perkataannya lembut, bijaksana dan penuh rasa simpati. Ia tahu kata-katanya adalah suatu hadiah—untuk memberikan nasehat dan arahan. Ia tahu ada waktunya untuk diam dan ada waktunya untuk berbicara. (pengkhotbah 3:7) Ia tahu kebijaksanaan untuk cepat mendengar dan lambat berkata-kata. (yakobus 1:19). Ia menjadikan perkataannya mata air kehidupan. (amsal 10:1).

Yesus berkata apa yang keluar di mulut terpancar dari hati . Kita bisa lihat disini bahwa wanita ini telah mengambil waktu untuk kehidupan rohaninya, menjaga nyala pelitanya dan mengijinkan Tuhan menolongnya berkata-kata yang akan menyegarkan telinga yang mendengarnya. Apakah kita memilih mau menang sendiri atau bersikap benar?

This entry was posted on Monday, July 28, 2008 and is filed under , , , . You can leave a response and follow any responses to this entry through the Subscribe to: Post Comments (Atom) .

0 comments

Post a Comment