Proverbs 31:24
IBIS:Ia membuat pakaian dan ikat pinggang lalu menjualnya kepada pedagang.
ITB:Ia membuat pakaian dari lenan, dan menjualnya, ia menyerahkan ikat pinggang kepada pedagang.
MSG: She designs gowns and sells them, brings the sweaters she knits to dress shops.
CEV: She makes clothes to sell to the shop owners.
AMP: She makes fine linen garments and leads others to buy them; she delivers to the merchants girdles (or sashes that free one up for service).
*) dalam bahasa aslinya, yakni bahasa Ibrani, kata ‘ikat pinggang’ adalah ‘chagor’ yang berarti ‘berikatpinggangkan’. Dalam versi amplified(AMP) kata ini diterjemahkan “girdles” artinya ikat pinggang yang membebaskan orang yang mengenakannya untuk bekerja dengan leluasa. Saya jadi teringat wanita Jepang dengan kimononya yang menjuntai indah, dengan potongan lengan seperti sayap kupu-kupu. Saat mereka bekerja menimba air, atau memasak, mereka memakai sejenis obi (ikat pinggang yang mengikat lengan menjuntai daripada kimono) yang akan memudahkan mereka bergerak serta bekerja dengan leluasa. *)
Pernahkah anda menjumpai wanita yang merasa ia tak layak untuk melayani Tuhan? Ia mungkin terikat oleh dosa-dosa masa lalunya. Ia mungkin butuh seorang mentor yang dapat membantunya menemukan ‘ikat pinggang’ yang akan memerdekakannya (membuatnya leluasa) untuk melayani Tuhan. Bersediakah anda untuk membantu wanita-wanita terbelenggu ini menemukan ‘ikat pinggang’ nya yang akan membebaskan mereka dari belenggu iblis? *) Saya saat ini juga sedang berdoa untuk dapat seorang mentor*)
Cara lainnya untuk memahami teks ini adalah dengan memandang wanita ini sebagai seorang pengusaha. Ia punya bisnis yang dijalankannya sendiri, namun dapat kita lihat dari ayat-ayat sebelumnya bahwa ia tidak melupakan Tuhannya, keluarganya, atau rumahtangganya demi mengejar karirnya. Ia punya urutan prioritas yang benar. *)Tuhan pertama, suami kedua, anak ketiga, rumah keempat, bisnis dan karir kelima*)
Juga disiratkan bahwa pakaiannya terbuat dari kualitas terbaik. Ia bukanlah seorang yang malas merapikan pakaiannya, sehingga terlihat kumal. *) saya jadi merenung soal penampilan saya. Dulu saya lumayan suka padu padan busana saya, agar sesuai warnanya dan potongannya dengan bentuk tubuh saya, sehingga saya akan terlihat rapih di mata setiap orang. Namun sejak jadi ibu, saya jadi menelantarkan penampilan saya, no terakhir banget…deh!!! Sampe tidak sisir rambut pun sering…saya jadi tertegur oleh renungan ini, harus memperhatikan penampilan supaya memuliakan Allah---agar saya terlihat segar dan bersinar!!! *)
Barang-barang milik wanita Amsal 31 ini terlihat indah dan dicari-cari oleh para pedagang. Ia terkenal dengan reputasinya menghasilkan barang-barang berkualitas.
Apakah anda butuh bantuan dengan ‘ikat pinggangmu’ atau anda bisa membantu yang lainnya dengan ‘ikat pinggang’ mereka?












