Day 14-Renungan Amsal 31(Proverbs 31 Devotionals)

Proverbs 31:23

IBIS:Suaminya adalah orang ternama--salah seorang dari antara para pemimpin kota.

ITB:Suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri.

AMP: Her husband is known in the city's gates, when he sits among the elders of the land.

CEV: Her husband is a well-known and respected leader in the city.

MSG: Her husband is greatly respected when he deliberates with the city fathers.

Amsal 12 ayat 4 berkata bahwa seorang istri yang cakap adalah mahkota suaminya. Seorang raja yang mengenakan mahkota pastilah terlihat mencolok saat ia berdiri ditengah kerumunan orang banyak, karena kilauan permatanya. Demikianlah seorang pria yang punya istri yang cakap. Itulah mengapa pria ini menjadikan istrinya hal terpenting dalam hidupnya. Pria ini meninggikannya seperti seseorang mengenakan mahkota. *) Saya teringat peribahasa “di balik setiap pria sukses ada seorang wanita yang luar biasa” Wanita ini bisa jadi adalah seorang istri atau seorang ibu. Kita telah diberikan suatu kepercayaan yang luar biasa oleh Tuhan untuk memberikan pengaruh bagi suami dan anak kita untuk menjadi pribadi yang sukses. Saya merasa tersanjung dan bersyukur pada Tuhan atas kepercayaan ini. Biar kita tidak menyia-nyiakan peran kita dalam rumah tangga dan menganggap enteng hal tersebut!*)

Mengapa suaminya bisa demikian? Sebab: istrinya berbuat baik kepadanya (ayat 12) dan ia bisa mempercayainya (ayat 11 ). Istrinya tidak bersungut-sungut dan menggerutu (ayat 12). Istrinya mempekaya kehidupan orang-orang yang dikasihinya dengan memperhatikan kebutuhan mereka. (ayat 14-15). Isterinya tidak beranggapan bahwa penundukan diri pada suaminya itu seperti menjadi keset kaki suami.(ayat 16)

*) Saya teringat nasihat Martin Luther "Seorang isteri seharusnya membuat suaminya senang tatkala pulang ke rumah dan seorang suami seharusnya membuat isterinya merasa sedih ketika melihatnya pergi". Nasihat ini sangat cocok untuk dijadikan pegangan bagi kita untuk melayani suami kita di rumah. Ingat bahwa atmosfer rumah kita dipengaruhi oleh sikap kita. Kalau kita penuh kasih Tuhan dan sukacita mengalir dari hati kita, rumah kita betul-betul jadi "home-sweet-home" bagi keluarga kita!*)

Alasan lain mengapa suaminya meninggikannya adalah karena ia tidak hidup berdasakan emosinya, tidak menumpahkan emosi karena capek mengurus rumah seharian begitu suami pulang ke rumah (ayat 16). Wanita amsal 31 ini memakai pikiran yang telah diberikan Tuhan untuk kebaikan keluarganya, dengan demikian sekali lagi ia berbuat baik bagi suaminya. (ayat 1 2) Suaminya juga tersentuh oleh belas kasihannya pada orang lain yang membutuhkan (ayat 20).

Meskipun bagaimana sibuknya wanita ini sepanjang hari, ia masih punya waktu dn energi untuk suaminya di akhir hari (ayat 18). Ia menjadikan rumahnya suatu tempat yang teduh bagi suaminya (ayat 22). Ia merawat pakaian suaminya, mencuci, mengeringkan, menyeterika dan membuat suaminya tampak rapih (ayat 21).

Ia memberkati suaminya sebab ia juga seorang teman bicara yang baik; namun ia pun tahu kapan waktunya diam. (ayat 26)

Terjemahan versi Message (MSG) berkata dalam ayat 27 bahwa “she keeps an eye”( ia mengawasi dengan cermat seiisi rumahtangganya). Stacy menafsirkan berarti wanita amsal 31 ini bermain mata dengan suaminya ketika ia mengawasinya dengan matanya. Apakah kita masih suka bermain mata dengan suami kita?