Day 12-Renungan Amsal 31(Proverbs 31 Devotionals)

Proverbs 31: 21

IBIS :Ia tidak khawatir apabila musim dingin tiba, karena baju panas tersedia bagi keluarganya.

ITB:Ia tidak takut kepada salju untuk seisi rumahnya, karena seluruh isi rumahnya berpakaian rangkap.

AMP: She fears not the snow for her family, for all her household are doubly clothed in scarlet.

CEV: Her family has warm clothing, and so she doesn't worry when it snows.

MSG: She doesn't worry about her family when it snows; their winter clothes are all mended and ready to wear.

Perhatikan kata “doubly (rangkap)” dalam terjemahan versi Amplified (AMP). Hal ini bisa berarti membungkus tubuh fisik dengan pakaian yang hangat dan bagus serta membungkus keluarganya dengan doa. Kata “scarlet (merah darah)” bisa mewakili bagaimana wanita ini memohon darah Yesus atas keluarganya, untuk melindungi mereka dari jerat iblis. Hal ini mirip dengan sebuah kisah dalam kitab Joshua pasal 2 tentang benang warna merah yang harus diikatkan sebagai tanda oleh Rahab (Yosua 2:18). Selama Rahab mengikat tali warna merah di jendelanya, ia dan seisi rumahnya selamat

Jelaslah bahwa wanita amsal 31 ini telah menyiapkan pakaian pelindung bagi kebutuhan keluarganya, baik pakaian fisik juga ‘pakaian’ lewat doa-doanya. Ia seorang yang manajer yang mengamati dengan seksama, apakah suami atau anaknya sedang butuh ‘pakaian’ rangkaplewat doa-doa untuk menguatkan mereka dalam menghadapi kehidupan. Saat ia mencuci pakaian, ia memperhatikan apakah ada pakaian robek atau kancing hilang yang harus ia perbaiki. Saat ia menemukannya, ia langsung memperbaikinya dengan giat, tidak menunda-nunda. Saya bahkan bisa menggambarkan wanita ini berdoa bagi orang-orang yang dikasihinya bahkan saat ia sedang melipat pakaian orang tersebut.

Sebagai ibu, kita bisa sangat kewalahan dengan begitu banyaknya tugas yang kita harus kerjakan. Kita harus bisa mengamati kapan keluarga kita sedang butuh doa khusus kita. Sangat mudah berkata:”saya akan berdoa buat mereka nanti”. Dalam hal yang sangat penting ini, kita jangan menunda-nunda, tapi bersedia menyesuaikan jadwal kita pada ‘panggilan yang tinggi’ ---tugas untuk berlutut dihadapan Pencipta kita, dan bersyafaat bagi keluarga yang Tuhan sudah berikan dan percayakan dalam hidup kita.

Apakah keluargamu sedang membutuhkan “benang merah” lewat doa-doamu?