Day 11-Renungan Amsal 31(Proverbs 31 Devotionals)

Proverbs 31:20

IBIS: Ia tidak kikir kepada yang berkekurangan; ia baik hati kepada yang memerlukan pertolongan.


ITB: Ia memberikan tangannya kepada yang tertindas, mengulurkan tangannya kepada yang miskin.

MSG: She is quick to assist anyone in need, reaching out to help the poor.

CEV: And she helps the poor and the needy.

AMP: She opens her hand to the poor, yes, she reaches out her filled hands to the needy (whether in body, mind. or spirit).

Ayat ini menunjukkan pada kita pentingnya membantu mereka yang membutuhkan. Sering kali, kita menganggap lebih mudah menulis sebuah cek sumbangan dan mengirimnya. Versi Amplified (AMP) menunjukkan kita bahwa mengirim cek sumbangan saja bukanlah jawaban untuk semua ‘kebutuhan’ dan situasi. Kadangkala kita perlu menjadi “Yesus yang hadir secara fisik” dan bertindak lebih dari sekadarmemberikan uang kita.

Kita bisa menujukkan pada anak kita teladan bagaimana melayani orang-orang yang berkekurangan dalam pikiran dan rohani (needy in mind and spirit) dengan mengajak anak kita bersama-sama mencari kartu untuk dikirim ke seseorang yang sedang berbeban berat. Cara lain memberi teladan adalah dengan menelepon orang tersebut dan mendoakannya. Juga bisa dengan membelikan permen cokelat dan menghadiahkannya pada mereka yang sedang dalam masalah (berbedan berat).

Satu cara Stacy mengajar Rachel melayani orang lain adalah dengan menyiapkan makanan bagi keluarga yang sedang berduka. Ia dan putrinya telah membicarakan bagaimana hal ini dapat menjadi pelayanan bagi keluarga yang sedang berduka. Ia juga membicarakan pada putrinya bagaimana ia mengirim kartu pada mereka yang sedang merayakan ulangtahun atau perayaan hari jadi lainnya, tindakan ini akan membuat mereka merasa ada orang lain yang mengingat dan mengasihi mereka.

Bagi mereka yang berkekurangan secara fisik (needy in body), kita bisa membuatkan makanan bagi mereka, atau setidaknya kita bisa membagikan roti atau kue-kue. Bagi mereka yang baru sembuh dari operasi, kita bisa membawakan makanan kecil untuk memberkatinya.

Cara lain untuk menjadi berkat bagi mereka yang berkekurangan secara fisik adalah dengan membantu membersihkan rumah mereka. Suatu saat teman Stacy punya bayi kembar, Stacy dengan rutin mengunjungi untuk membantunya membersihkan debu perabotan rumahnya. Temannya benar-benar sedang membutuhkan bantuan fisik saat bulan-bulan awal kelahiran bayi kembarnya.

*) di Amerika tidak ada keluarga yang punya pembantu, kecuali keluarga yang benar-benar kaya sekali. Jasa nanny atau suster bayi sangat mahal disana. Oleh karena itu sehabis melahirkan adalah masa-masa paling butuh bantuan teman atau keluarga dekat untuk membantu mengurus rumah dan bergatian mengurus bayi. *) Stacy begitu diberkati bisa membantunya.

Selama beberapa tahun, keluarga Stacy punya tradisi mengisi kotak sepatu dengan hadiah-hadiah dan kemudian dikirimkan ke “Samaritan Purse” yang akan memgirimkannya kepada anak-anak yang membutuhkan. Ini adalah suatu cara tidak mahal untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak tersebut, juga mengikutsertakan anak anda didalamnya. Rachel sangat menyukai bisa memilih hadiah yang akan diberikan. Baru-baru ini Stacy memutuskan untuk ‘mengadopsi’ sebuah keluarga lewat gereja mereka. Ia tak bisa mengungkapkan betapa menyenangkannya berbelanja bagi keluarga tersebut. Bahkan lebih menyenangkan lagi saat melihat mereka membuka kado-kadonya! Sebuah kenangan yang akan disimpan untuk selamanya.

Stacy kenal seorang wanita yang punya tiga anak yang masing-masing ingin mengirimkan kotak sepatunya ke “Samaritan Purse”. Berhubung tiga hadiah bisa cukup mahal bagi budget keluarga ini, sang ibu menyarankan anak-anaknya mengurangi jumlah kado natal mereka sehingga uang yang tersimpan bisa dibelikan hadiah buat anak-anak yang membutuhkan tersebut. Mereka masing-masing biasanya dapat tiga hadiah natal setiap tahunnya. Ketiga anak tersebut belajar berkorban. Dengan berkorban, mereka hanya punya dua hadiah natal saja, namun mereka bersedia melakukannya agar anak-anak lainnya yang membutuhkan bisa diberkati dengan kado natal.

Rachel dan Stacy menjadi sukarelawan menyajikan makanan di “Rescue Mission” yang membantu menyediakan makanan bagi para gelandangan dan tuna wisma. Stacy dan suaminya punya tradisi merayakan natal di rumah, maka Stacy dan putrinya memilih hari melayani di “Rescue Mission” di hari lain selain hari natal untuk menghormati Dean suaminya dan tetap bisa merayakan natal di rumah serta tetap juga bisa melayani di “Rescue Mission”.

Kita telah melihat berkali-kali dalam amsal 31 bahwa wanita ini sangat kreatif dalam tugas sehari-harinya. Bagaimana anda, sebagai wanita amsal 31, juga bisa kreatif daalm melayani orang lain minggu ini? *) Pikirkan ide-ide kreatif untuk memberkati lingkungan anda! Bagaimana menjadi berkat dan melayani orang-orang disekitar anda?*)