Proverbs 31:19(Amsal 31:19)
IBIS Benang dipintalnya dan kain ditenunnya.
ITB Tangannya ditaruhnya pada jentera, jari-jarinya memegang pemintal.
AMP: She lays her hands to the spindle and her hands hold the distaff.
CEV: She spins her own cloth.
MSG: She's skilled in the crafts of home and hearth, diligent in homemaking.
Ayat ini berbicara tentang mengerjakan pekerjaan yang sangat membosankan dan rutin. Stacy ragu apakah ada orang akan menganggap pekerjaan ini menyenangkan. Ia mengambil contoh merajang sayuran atau membersihkan lemak dari daging sebelum disimpan dalam freezer. Hal lain yang sangat membosankan buat Stacy adalah menjahit pakaian. Hampir setiap kemeja milik putrinya harus dipotong beberapa inci pada lengannya, kemudian dijahit ulang. Tugas ini tidak pernah menyenangkan buat Stacy, dan menjadi sangat membosankan setelah mengerjakan beberapa baju. TETAPI saat ia telah selesai mengerjakannya, ia bisa melihat bahwa hal tersebut punya arti. Ia bisa melihat ahsil akhirnya---seorang anak gadis yang berpakaian dengan cantik, dalam baju yang pas untknya.
Kita semua dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan yang membosankan. Kita mengerjakan tugas yang dipandang sebelah mata oleh orang lain. Kita membersihkan rumah, untuk menemukan bahwa tidak lama kemudian, sudah kotor lagi dan harus dibersihkan lagi. Namun , wanita amsal 31 memberikan gambaran bagaimana ia begitu rajin dalam pekerjaan rumah tangga. Bahkan saat tak seorangpun melihat, hanya Yesus yang melihat pekerjaan kita.
*) Ayat ini berbicara buat saya tentang komitmen dalam melaksanakan tugas yang dipercayakan Tuhan kepada kita. Kita setia dalam perkara kecil maka Tuhan akan tambahkan kapasitas kita dalam perkara yang besar. Perkara kecil yang dimaksud disini adalah: menjahit kancing baju yang copot, mencuci baju suami dan popok anak kita yang penuh kotoran dan bau??? Apakah kita mengerjakannya dengan asal-asalan, terpaksa, bersungut-sungut ?? Atau kita memandangnya sebagai tugas yang Tuhan percayakan? Kalau kita melakukannya seperti untuk Tuhan, kita akan memastikan baju tersebut bebas dari kotoran, bebas bercak noda dan wangi saat dipakai lagi oleh suami atau anak kita. Mereka akan terlihat indah saat memakainya. Jangan tertawa, sebab Tuhan menilai hati kita saat melakukan tugas itu. Tuhan tidak memandang apa tugasnya...tapi sikap hati kita saat melakukan tugas tersebut yang berarti buat Tuhan.
Saya belajar untuk tidak menganggap pekerjaan rumah tangga itu pekerjaan yang kecil, tanpa arti. Namun melakukannya dengan setia, seperti untuk Tuhan. Jika kita setia dalam perkara kecil, ingatlah akan tiba saatnya Tuhan berikan kita kepercayaan dalam perkara yang besar. Apa itu perkara besar? Saat kita melihat Tuhan mengangkat suami kita sebagai kepala dalam bisnisnya, karirnya yang menanjak, saat Tuhan mempromosikannya, apakah kita bisa menjadi partnernya yang senantiasa bisa ia andalkan untuk curhat dan berbagi beban doa? Apakah kita bisa untuk dipercaya merawat rumah yang lebih besar? Rawatlah rumahmu yang saat ini kau miliki (mungkin itu cuman kos atau kontrak) tapi kalau ada ucapan syukur dan kita rawat bagi Tuhan, jangan heran kalau Tuhan percayakan dengan yang lebih besar??
Mari kita belajar untuk merawat rumah dan keluarga kita dengan sukacita sebab itulah pelayanan kita dan profesi kita.
*)