ITB: Ia membeli sebuah ladang yang diingininya, dan dari hasil tangannya kebun anggur ditanaminya.
IBIS: Ia mencari sebidang tanah, lalu membelinya; ia mengusahakan sebuah kebun anggur dari pendapatannya.
MSG: She looks over a field and buys it, then with the money she's put aside, plants a garden.
AMP: She considers a new field before she buys or accepts it (expanding prudently and not courting neglect of her present duties by assuming other duties). With her savings of time and strength, she plants fruitful vines in her vineyard.
CEV: She knows how to buy land and how to plant a vineyard.
Stacy suka dengan versi Amplified Bible sebab ia melihat banyak wanita yang menelantarkan tugasnya di rumah untuk ‘melakukan pekerjaan Tuhan’. Mereka tidak tahu bahwa sebagai seorang ibu, teruatama dengan anak-anak yang masih kecil, ‘pekerjaan Tuhan’ yang harus mereka lakukan adalah sibuk di rumah, mengurus anak-anak dan rumah.
Bagi yang terpaksa bekerja di luar rumah, Stacy sadar bahwa beberapa wanita berkarir dalam pekerjaan karena tunduk pada suaminya. Dalam kasus seperti ini, salah satu bagian ‘melakukan pekerjaan Tuhan’ adalah lewat karir mereka, karena dengan demikian, mereka tunduk kepada suaminya. Stacy mendorong untuk para wanita yang bekerja di luar rumah untuk berdoa dengan rajin supaya Tuhan buka jalan agar bisa tetap dirumah.
Seringkali kita ingin berdoa supaya Tuhan merubah hati suami kita kalau kita tidak suka, atau tidak setuju, dengan caranya melakukan sesuatu. Sebelum anda mulai berdoa agar Tuhan merbah hati suamimu tentang bekerja di luar rumah, berdoalah supaya Tuhan membantumu bersukacita dalam pekerjaanmu sembari menunggu Dia membuka jalanNya agar bisa tetap dirumah. Anda harus menydari bahwa Tuhan mungkin sedang menguji anda apakah anda bisa tetap puas dalam segala keadaan yang anda hadapi. Dia mungkin saja sedang neguji anda untuk melihat apakah anda akan dengan rela dan sukacita tunduk pada keinginan suami. Dia mungkin sedang menguji apakah anda akan melampiaskan amarah terhadap suami anda karena tetap bekerja. Kadangkala kita sangat menginginkan sesuatu sampai kita gagal dalam ujiannya Bapa. Kita terlalu sibuk berdoa agar Tuhan merubah keadaan, merubah suami kita, padahal Tuhan mau merubah kita!
Suatu kali, Stacy sedang berdoa untuk memulai sebuah bisnis yang bisa dikerjakan dari rumah. Sebelum ia membeli ‘ladang yang diingininya’, ia doakan dulu, diskusikan dengan suaminya, dan menunggu Tuhan memberikan kelegaan dalam roh saya sebelum saya melanjutkan rencana apapun. Stacy tahu bahwa ‘membeli lading ini’ akan butuh investasi awal, tanpa jaminan kalau akan berhasil. Saat Stacy mendiskusikan dengan suaminya, Dean berkata resikonya tidak sebanding, maka Stacy tahu lewat perkataan suaminya, Tuhan telah bicara
Lewat suaminya. Stacy merasakan damai sejahtera tentang hal ini ketika suaminya berkata”tidak”. Dalam hitungan bulan, ia ternyata menemukan peluang usaha yang jauh lebih baik, namun tetap bisa dikerjakan dari rumah, tanpa menelantarkan pekerjaan rumahtangganya, dan tetap bisa punya waktu untuk homeschoolnya Rachel. ‘Ladang yang baru’ ini bahakan bisa dikerjakan bersama-sama Rachel, dan Rachel bisa melihat kemana larinya uang tersebut.
Terjemahan ayat ini versi Message Bible meyebutkan the money she's put aside (uang yang telah disisihkannya). Setiap kali Stacy menyelenggarakan cuci gudang, uang yang dihasilkan disisihkan untuk membeli kado buat suaminya, atau pakaian untuk anaknya Rachel. Uang tersebut sebagian juga untuk dana homeschool. Stacy sering jualan kue-kue kering saat cuci gudang.
Saat stacy merasa Tuhan menuntunnya untuk homeschool, ia kaget melihat harga buku-buku homeschool yang musti dibayarnya. Ia berkata pada Tuhan, jika memang Tuhan ingin ia untuk homeschool, maka Ia sendiri yang akan menyediakan dananya. Stacy menyediakan sebuah amplop, yang ditulis untuk dana homeschool. Tiap kali ia menjual sesuatu yang berkaitan dengan homeschool, ia taruh uangnya dalam amplop tersebut, untuk dipakai beli buku-buku homeschool nantinya. Kalau ibunya Stacy ikut ia pergi untuk suatu keperluan, ia selalu memberi uang bensin. Uang tersebut juga disisihkan untuk dana homeschool. Setiap akhir minggu jika ada lebih uang, maka ditambahkan ke amplop tersebut. Amplop tersebut bertambah-tambah dengan cepatnya, dan rasanya menakjubkan melihat kemampuan dan kreatifitas Stacy untuk menabung, yang memampukan ia membayar semua keperluan sekolah Rachel tanpa minta uang pada suaminya.
Sebuah pandangan lain tentang ayat ini adalah bahwa ladang yang disebutkan bisa diartikan ladang hati anak kita. Kita perlu memperhatikan dan menanami ladang itu agar kelak akan tumbuh sebuah hasil panen yang baik dan berlimpah. Seperti sebuah kebun anggur membutuhkan bertahun-tahun perawatan sebelum berbuah, demikian pula anak-anak kita butuh bertahun-tahun perhatian dan perawatan kita.
Kita bisa melihat dalam ayat ini kalau wanita Amsal 31 ini berinvestasi dalam berbagai hal. Kita sering harus memeriksa investasi kita. Kemana kita menginvestasikan waktu kita, talenta kita, energi kita, pikiran-pikiran kita, dan kasih sayang kita? Perlukah kita merubah investasi kita?
*) saya belajar lewat renungan hari ini untuk membawa kepada Tuhan rencana-rencana usaha yang akan saya ambil. Lalu keputusan yang diambil harus sepakat dengan suami. Kami punya sebuah kantin sederhana, dan dulu waktu awal buka kantin, sering ribut karena suamiku ingin ambil keputusan A, aku B, dsbnya... Kami sering selisih paham, namun yunie ditegur lewat apa yang Stacy saksikan dalam hidupnya, ia tunduk pada suaminya dan pada Tuhan. Setiap mengambil keputusan apapun yunie belajar untuk nanya Tuhan dulu dan nanya suami dulu.
saya punya kepribadian yang dominan, jadi agak sulit untuk tunduk. Namun saya belajar bahwa saya harusnya bersyukur, ada seorang figur yang ditaruhkan Tuhan untuk berjaga-jaga atas saya, yakni suami saya. Figur inilah yang akan mengambil keputusan yang terbaik untuk saya, sesuai dengan otoritas yang ada padanya. Coba seandainya yunie belum married, pasti segala keputusan diri sendiri yang ambil, dan tidak ada yang meng-cover yunie secara spirit, karena papa yunie kan belum dalam Tuhan. Kalo yunie ingat masa-masa sebelum married, yunie bersyukur sekali. Sekarang tugas yunie so...simple, cukup tunduk pada suami sebagai pernyataan tunduk pada Tuhan!
Oh ya, yunie juga merasakan, sejak sikap hatiku diubahkan Tuhan, jadi punya sikap hati yang menghormati Iron dan tunduk, doa-doa iron kepada Yunie jadi lain! Setiap pagi kami ada Family Prayer time, dimana kita saling mendoakan topik-topik doa yang ditaruhkan dalam hati, lalu iron sebagai kepala keluarga akan menumpangkan tangannya atas yunie dan joshua, lalu memberkati kami. Kata-kata berkatnya jadi lain loh! Penuh dengan ungkapan cinta dan ia juga jadi lebih memperhatikan yunie. Sepertinya kalau kita sudah melakukan bagian kita sebagai isteri (tunduk pada saumi), maka Tuhan juga pasti akan merubah hati suami kita jadi lebih mengasihi...amin!
JBU all!
*)













