Day 6-Amsal 31:15(Proverbs 31:15)

Amsal 31:15(Proverbs 31:15)

ITB: Ia bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya, dan membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya perempuan.
IBIS: Pagi-pagi buta ia bangun untuk menyiapkan makanan bagi keluarganya, dan untuk membagi-bagikan tugas kepada pelayan-pelayannya.
CEV: She gets up before daylight to prepare food for her family and for her servants (or to tell her servants what to do).
AMP: She rises while it's yet night and gets (spiritual) food for her household and assigns her maids their task.
MSG: She gets up before dawn, preparing breakfast for her family and organizing her day.

Stacy meyukai apa yang dikatakan dalam alkitab versi Amplified tentang menyiapkan makanan rohani (spiritual food) untuk keluarganya. Sebelum ia memberikan makanan rohani, ia harus dikenyangkan terlebih dahulu. Wanita dalam Amsal 31 ini mengingatkan Stacy pada Ayub pasal 23 ayat 12. yang bunyinya:
Versi ITB: Perintah dari bibir-Nya tidak kulanggar, dalam sanubariku kusimpan ucapan mulut-Nya.
Versi King james lebih jelas lagi mengatakan: Neither have I gone back from the commandment of his lips; I have esteemed the words of his mouth more than my necessary food.
Wanita ini menganggap firman Tuhan lebih penting daripada makanan jasmani. Ia bangun ketika hari masih gelap, karena ia tahun banyak kesibukan yang menantinya, dan ia menyediakan waktu bersama Tuhan. Ia memberikan buah pertama harinya pada Tuhan. Tuhan membentuk karakter moral yang kuat di dalam dirinya. Ia memberi teladan mau dibentuk dan diubahkan olehNya dengan hati yang rela.

Terjemahan ayat ini versi Message(MSG) menyebutkan bahwa ia mengorganisir harinya (organizes her day). Sangatlah penting untuk punya rencana. Jikalau tidak, kita akan menjalani hari dengan tidak teratur, dan di penghujung hari, kita merasa seperti tidak menuju atau meraih apapun.

Bagi Stacy, saat terbaik untuk mengorganisir adalah pada malam sebelumnya. Stacy menyiapkan bahan-bahan yang tidak busuk untuk hidangan malam berikutnya. Stacy memeriksa menu untuk melihat berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memasak hidangan tersebut. Jika ia akan memakai panic dari tanah liat, ia akan menyiapkannya malam sebelumnya. Jika ada cucian yang harus dicuci besok pagi, ia akan memilah-milahnya ke dalam tumpukan. Stacy selalu meyiapkan pakaian untuk dipakai besok. Melakukan hal-hal ini membuatnya tidak teralihkan di pagi hari pada saat ia bersaat teduh.

Dalam Alkitab versi CEV, disebutkan para pelayan-pelayannya. Stacy punya banyak pembantu, dan ia sangat bersyukur untuk bantuan mereka. Mereka hádala mesin cuci, pengering, microwave, mobil, dan kulkas. Kamu tidak akan menganggap kulkasmu sebagai pembantu, namun di zaman wanita amsal 31 ini hidup, mereka harus pergi ke pasar setiap hari… Jika tidak, mereka harus setidaknya bekerja di kebun, atau memerah susu sapi atau kambing agar bisa menyediakan makanan dan minuman. Karena punya freezer di kulkas, Stacy tidak perlu setaip hari ke pasar. Para ‘pembantu’ nya meringankan beban tugasnya sehingga ia bisa mengerjakan hal-hal lain.

Dalam menyajikan sarapan, Stacy membiasakan diri untuk ambil waktu duduk dan membacakan sebuah renungan untuk Rachel yang sesuai dengan usianya.
Lalu mereka duduk disana dan berdiskusi. Sementara ia memperoleh makanan jasmaniah, ia juga memperoleh makanan rohani.

*)Saat ini saya juga sama seperti Stacy, tidak ada pembantu. Sejak awal menikah, kami tinggal di apartment yang mungil di bilangan Kemayoran, jadi tidak pernah pakai jasa pembantu. Namun setelah ada Joshua, mulai pakai pembantu, tapi hanya sampai dia usia 2 bulan saja. Kami membuka usaha kantin kecil di dekat tempat tinggal orangtua saya, jadi setiap harinya kami hilir mudik ke rumah ortu saya untuk mengurus kantin dan saya juga mengajar les beberapa anak di rumah ortu saya itu. Kalau melihat master Schedule di HMB(AIRT) saya, pasti terlihat kalo kami itu commuting everyday. Jujur saja meletihkan sekali secara fisik, dan bagaimanapun rumah sendiri tetaplah lebih nyaman. Namun saya belajar untuk tetap bersyukur dengan keadaan ini. Dengan begitu, Joshua ada yang menjaga saat saya memantau kantin dan mengajar anak les. Saya membagi jadwal rutin harian saya agar saya punya waktu-waktu yang teratur dan berkualitas untuk setiap kegiatan. Yang terutama adalah waktu berkualitas saya dengan Joshua. Saya membiasakan diri untuk mengisi bejana rohani setiap pagi dengan saat teduh dan meditasi Firman Tuhan.
Setelah saat teduh saya membuat sarapan pagi. Jadwal rutin saya bisa dilihat disini.
Saya dulunya males banget bangun pagi. Rasanya enakan tidur aja...
Tapi saya nyalain weker jam 5:30, dan weker sengaja diletakkan agak jauh dari tempat tidur agar saya berdiri untuk mematikannya....LOL
*)
Keterangan: *)xxxx*) tulisan diantara tanda *) adalah bagian yang saya tambahkan di terjemahan ini. JBU all!