day 4-amsal 31:13 (Proverbs31:13)

Proverbs 31:13 (Amsal 31:13)

*)ITB: Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya.

IBIS: Ia rajin mengumpulkan rami dan bulu domba lalu sibuk bekerja menenunnya.*)

CEV: With her own hands she gladly makes clothes.

AMP: She seeks out wool and flax and works with willing hands to develop it.

MSG: She shops around for the best yarns and cottons and enjoys knitting and sewing.

Stacy TIDAK suka menjahit. Lagipula, menjahit termasuk hobi yang mahal.

Bagi para wanita di zaman Salomo tidak ada Walmart, JC Penney, Sears atau dept store yang sedang cuci gudang. Mereka menjahit pakaian mereka sendiri.

Cara Stacy mempraktekkan ayat ini adalah dengan melakukan yang terbaik dengan tangannya ;dengan cara mengamati cuci gudang toko-toko yang ada, juga barang-barang apa yang sedang diskon.

Hal ini bisa memakan waktu, dan ada hari-hari dimana Stacy pulang dengan letih, tanpa mendapat barang apapun. Namun Stacy melatih dirinya berfokus pada saat-saat ia diberkati oleh tindakan ini. Seringkali Stacy berdoa sebelum pergi belanja. Kalau nanti ternyata tidak menemukan barang yang sesuai, ia tahu berarti bukan waktunya Tuhan untuk membeli saat itu. Ia percaya bahwa hidupnya ada di tangan Tuhan, Ia pasti menyediakan pakaian terbaik untuk kita!

Boleh dibilang, 75% pakaian anak Stacy dibeli dari cuci gudang. Beberapa tahun silam, saat berat badan Stacy turun signifikan dalam tempo kurang dari sebulan, ia harus membeli pakaian baru, sebab sudah tidak ada lagi yang pas. Ia tetap mencari baju-baju dari toko yang sedang sale atau cuci gudang, dan ia melakukan pembelian yang baik. Stacy tidak ingat kapan terakhir membeli baju baru, terakhir kali ia membeli sekitar 2 tahun yang lalu. Baju-baju yang dibeli terlihat baru, dan setiap kali ia memakainya, banyak orang memuji penampilannya.

Seringkali, sepulangnya dari belanja cuci gudang, Stacy akan menghitung berapa banyak uang yang sudah dikeluarkan. Lalu, ia akan menghitung biaya jika ia membeli barang baru. Melihat penghematannya membuat Stacy selalu sukacita melakukan hal ini. Ia menganggapnya sebagai salah satu cara untuk berbuat baik bagi suaminya (ingat ayat 12?).

Dengan semakin buruknya gaya busana saat ini, kita bisa saja kembali ke masa menjahit dan membuat pakaian sendiri. Sebelum kita harus melakukan hal tersebut, mari kita berdoa agar Tuhan membangkitkan perancang-perancang busaana yang punya misi merancang desain busana yang sederhana, sopan dan terjangkau!

*) Saya tidak bisa menjahit, apalagi kalo menjahit dengan mesin jahit, sama sekali tidak bisa! (namun saya mau belajar jika ada kesempatan) Kalo hanya menjahit dengan tangan, masih bisa, walaupun tidak mahir. Dulu waktu SMP sempat suka membuat cross-stitch dan belajar menyulam. Saya kagum dengan sulaman mama pada kain bantal dan guling bayi yang dibuatnya sendiri. Lalu saya minta diajari membuat sulaman juga.

Saya mempraktekkan ayat ini antara lain dengan cara:

  1. Saya memilih pakaian yang “terbaik” untuk seisi rumahku. “Terbaik” versi saya adalah yang harganya layak, kalo bisa serendah mungkin….LOL… dan kualitas barangnya bagus, bukan barang reject atau cacat. Kalo belanja di dept.store, saya memilih kalo sedang cuci gudang, biasanya baju-baju yang di sale harganya miring, namun kualitas bahannya oke!

Kalo beli di ITC, tempat yang bisa nawar, strateginya: jangan terburu-buru! Jangan terpancing harga yang sudah diturunkan, seringkali saya bisa temukan baju yang sama dengan harga awal yang lebih rendah di toko lainnya! Prinsipnya kalo beli di toko yang bisa nawar: Konsumen adalah Raja(Ratu….LOL)! Kita ga usah sok gengsi atau sungkan sama si penjual!

  1. Saya membuat grocery list (daftar barang belanjaan) supaya saya tetap focus saat belanja! Saya pernah tidak mencatat mau beli apa, terus waktu sampe ke dept store, malahan jadinya lihat-lihat item yang di sale 75% dan memborongnya. Yang mau dibeli malahan terlupakan!
  1. Saya mengikuti teladan Stacy, berdoa dulu sebelum berangkat belanja. Ini tidak Cuma untuk belanja pakaian saja, namun semua barang! Hal yang saya doakan adalah: agar saya nantinya tidak tergoda membeli barang-barang yang tidak diperlukan. Juga agar tanganku diberkati oleh Tuhan dan memilih barang-barang yang terbaik. Pernah kami beli dispenser, tapi sebelumnya tidak berdoa dulu, lalu saat pulang, dispenser itu ternyata pecah di bagian dalamnya, dan tidak bisa dikembalikan lagi!

Kejadian lainnya, waktu Josh baru lahir, kami beli steamer botol, baru dipakai dua kali, tombol on-off nya rusak dan kami musti reparasi alat itu selama 2 minggu! Sejak saat itu, kami mulai mendoakan barang yang kami beli. Saat di toko, berdoa saja dalam hati supaya ada berkat Tuhan pada barang yang kita pilih.

Saya pernah waktu dulu mau beli perdana XL, mau pesan khusus yang nomernya tanggal lahir saya! Tapi kalo pesan khusus itu ada fee-nya, mahal! Namun kata iron, coba lihat-lihat dulu aja, sapa tahu ada yang dipajang, jangan buru-buru. Terus saya puter-puter toko HP di ITC cempaka mas, ga ada! Akhirnya saya pikir beli aja nomer sembarangan, tapi di hati saya rasanya Tuhan bilang, besok aja belinya! saya waktu itu masih ke kampus semester akhir, makan di kantin Untar, ada stand jual pulsa, iseng2 saya nanya, ada perdana XL? Dia bilang tinggal 10 nomer, ga ada no cantik, dijual murah karena dia mau abisin stok. Nomernya memang jelek bagi kebanyakan orang, tapi praise the Lord banget: ada no tanggal lahirku!!! Rasanya aku kayak orang menang undian!! Lagipula aku beli dengan harga yang lebih murah dari harga standarnya! Percaya deh, kalo denger-dengaran sama Tuhan, sampe soal belanja pun Dia bisa buat miracle! *)

Keterangan: *)xxxx*) tulisan diantara tanda *) adalah bagian yang saya tambahkan di terjemahan ini. JBU all!